Budidaya Sayuran Sistem Hidroponik, Menuju Desa Susukan yang Sehat dan Berdikari

Dana Desa, merupakan sebuah fenomena. Setidaknya untuk desa kami, Desa Susukan. Dengan program unggulan Desa Wisata Edukasi, kami membangun Taman Wisata Edukasi: Taman Lazuardi dengan anggaran 300 juta rupiah.

This slideshow requires JavaScript.

Selain Taman Lazuardi sebagai bangunan fisik yang nantinya akan menjadi semacam icon Desa Susukan, program pemberdayaan masyarakat juga bergerak dengan cepat untuk mengimbangi laju bangunan fisik.

Hari ini, Sabtu 13 Mei 2017, diselenggarakan pelatihan budidaya sayur dengan sistem hidroponik. Pelatihan ini merupakan salah satu kegiatan dalam program Desa Mitra UMP (Universitas Muhammadiyah Purwokerto) di Desa Susukan.

Yang menarik dari pelatihan ini minimal ada 2 (hal) utama selain materi hidroponik yang memang menarik. Pertama pelatihan ini merupakan buah kerjasama antara Pemdes Susukan, BUM Desa Susukan, dan UMP. Yang kedua, pelatihan ini bukan sekedar pelatihan, melainkan pendampingan dari awal mulai budidaya (persemaian benih) hingga panen.

Direncanakan kegiatan budidaya hidroponik ini akan dilakukan seminggu sekali dengan pendampingan dari UMP. Selain itu, ada komitmen pula dari Pemerintah Desa Susukan bekerja sama dengan BUM Desa Susukan untuk mengawal kegiatan ini, sehingga tujuan utamanya akan tercapai.

Dalam pelatihan awal ini, Bapak Eka dari UMP selaku narasumber dan praktisi hidroponik, menyampaikan bahwasanya hidroponik adalah suatu sistem budidaya tanaman yang sangat fleksibel, baik dari sisi biaya, jenis tanaman maupun perawatannya.

Dari sisi biaya, bisa dihemat karena menggunakan komponen bahan bekas seperti ember cat, toples, dan lainnya sebagai sarana utama. Dari sisi jenis tanaman, hampir semua jenis sayuran, khususnya sayuran unggul dan import, dapat dibudidayakan secara hidroponik, dimana terkadang tanaman tersebut tidak dapat ditanam di arena tanah di Indonesia.

Adapun dari sisi perawatan, relatif mudah dan murah, bahkan lebih sehat karena tidak menggunakan bahan kimia berbahaya. Yang lebih menarik lagi, dengan perawatan yang benar, sayuran yang ditanam dengan sistem hidroponik dapat tumbuh relatif lebih besar dibanding jika ditanam dengan sistem konvensional.

Bapak Eka dan Tim dari UMP pada pelatihan perdana ini, selain menyampaikan dasar-dasar hidroponik, juga memotivasi para peserta dengan membawa beberapa contoh tanaman hidroponik dan sekaligus peralatan serta pupuk cairnya. Beliau juga berharap, kelak setiap rumah di Desa Susukan dapat mengadopsi sistem ini, sehingga nantinya setiap rumah tidak perlu membeli sayur mayur lagi. Selain itu, konsumsi sayur di tiap rumah dapat meningkat serta jauh lebih sehat.

Diharapkan pada pertemuan berikutnya, peserta agar membawa wadah berupa ember bekas, toples bekas, atau yang lainnya, untuk langsung melakukan praktek tehnik budidaya secara hidroponik. Secara khusus, Ibu Kepala Desa Susukan, Dwi Rintasari, yang juga hadir sekaligus menjadi peserta, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas pelatihan ini, diharapkan kerjasama dalam program Desa Mitra dapat terus berlanjut, untuk menciptakan Desa Susukan menjadi Desa yang Sehat dan Berdikari.

Webmaster dan ayah dari 3 (tiga) orang anak: 'Aisyah, Miqdad, dan Junaid. Penyuka sastra, gerimis, dan langit. Saat ini sudah menapaki kehidupan selama 29 tahun. Bekerja sebagai PNS di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas. Dapat dihubungi melalui facebook di https://www.facebook.com/bayu.ratri