Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversif dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata: lawan!

— Wiji Thukul ~ Penyair

Desa Susukan

Selamat Datang di Desa Susukan, Kec. Sumbang, Kab. Banyumas

BUMDesa Susukan dan Tim PPDM Unsoed Petakan Potensi Wisata Edukasi Susukan

Susukan merupakah locus Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) Unsoed mulai awal tahun 2018. Menjelang tahun ke-dua, Tim PPDM Unsoed merencanakan program lanjutan untuk tahun 2019. Salah satu program yang dirancang adalah mengembangkan titik-titik wisata edukasi unggulan di Desa Susukan. Untuk itu, pada hari Kamis (25/10/2018), Tim PPDM Unsoed bersama BUMDesa Susukan menjelajahi Desa Susukan untuk memetakan titik wisata edukasi unggulan.

Titik pertama yang dituju adalah komplek kandang komunal ruminansia (sapi). Kandang komunal ruminansia berada di grumbul Karangjati. Terletak 250 meter dari Taman Lazuardi ke arah timur. Akses masuk sangat mudah dan strategis karena terletak di pinggir jalan raya. Sebelum masuk ke kandang komunal, terdapat usaha budidaya ikan di sisi kiri. Sedangkan di sisi kanan ada pertanian padi dan jagung. Jalannya pun relatif baik meskipun masih berupa tanah. Kanan-kiri jalan sudah di talud untuk mencegah longsor.

Titik kedua yang dikunjungi adalah peternakan terpadu berbasis azolla. Letaknya di grumbul Dukuh Manis. Jaraknya kurang lebih 500 meter dari Taman Lazuardi ke arah selatan. Peternakan ini memadukan antara azolla, ikan, bebek, dan pertanian. Dikelola oleh Bapak Misman, peternakan ini juga memproduksi telor asin khas Susukan.

Titik ketiga yang akan dijadikan titik wisata terletak di Lembuayu. Potensi yang akan diangkat adalah kopi lembu. Yaitu kopi robusta khas Susukan. Berjarak sekitar 800 meter dari Taman Lazuardi, pengunjung dapat menikmati sejuknya udara desa saat perjalanan menuju kebun kopi.

“Pemetaan ini masih merupakan awal perencanaan. Masih terdapat beberapa potensi unggulan Desa Susukan antara lain situs Lembu Ayu untuk edukasi sejarah. Kemudian pengrajin tempe, budidaya tanaman hias, hingga kali taman.” Demikian disampaikan oleh Ketua BUMDesa Susukan, Rigih Bayu Ratri.

Rigih Bayu juga menyampaikan, diperlukan sinergi antara pemerintah desa, lembaga desa, dan Tim PPDM Unsoed agar pengembangan potensi desa dapat berjalan maksimal.

Webmaster dan ayah dari 3 (tiga) orang anak: ‘Aisyah, Miqdad, dan Junaid. Penyuka sastra, gerimis, dan langit. Saat ini sudah menapaki kehidupan selama 29 tahun. Bekerja sebagai PNS di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas. Dapat dihubungi melalui facebook di https://www.facebook.com/bayu.ratri