Desa dan Era Keterbukaan Informasi yang Jalan Di Tempat

Sebuah berita yang cukup menarik terkait desa dan dana yang ada di desa, dimana masing-masing desa di Kabupaten Banyumas khususnya, mencapai lebih dari 1 Milyar rupiah. Sayangnya, dengan dana sebanyak itu, keterbukaan informasi dan transparansi anggaran masih jalan di tempat Senja dan Desa
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Marwan Jafar, meminta ke seluruh kepala desa di Indonesia memajang dana desa yang dialokasikan pemerintah pusat ke sejumlah titik informasi. "Bisa dipajang di tempat ibadah, pos kamling, dan sejumlah titik kumpul masyarakat desa," kata Marwan di Kantor Asosiasi Pemerintahan Desa se-Kabupaten Bekasi, Rabu (17/2). Menurut dia, hal itu dimaksudkan agar tercipta transparansi penggunaan dana desa yang tahun ini sekitar Rp 700 juta untuk setiap desa. Sehingga, seluruh masyarakat desa bisa mengawasi penggunaannya. Menurut Marwan, tahun ini pemerintah pusat menyiapkan dana desa sekitar Rp 46 triliun lebih, untuk puluhan ribu desa seluruh Indonesia. Dana desa itu diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur desa. "Pembangunan harus dilakukan masyarakat desa, tidak boleh ada kontraktor masuk, dikelola desa dan memberdayakan masyarakat desa. Jadi dana itu berputar di desa itu sendiri," kata dia. Marwan menambahkan, pihaknya memperingatkan kepada aparatur desa, kecamatan bahkan Pemerintah Kabupaten yang macam-macam dengan dana desa. "Jangan sampai ada yang mengutip sedikit pun dana desa, dana desa harus utuh dari pemerintah pusat ke kas desa," kata Marwan.
Catatan Admin: Tujuan utama dari keterbukaan dan transparansi menurut kami adalah agar semua warga desa benar-benar merasa terlibat/ dilibatkan dalam pembangunan desa. Agar semua warga desa dapat merasakan dampak pembangunan desa baik secara langsung maupun tidak langsung. Dan kemudian dapat timbul sense of belonging dari masing-masing warga desa. Minimal ada 3 hal sederhana yang dapat dilakukan terkait tujuan dari keterbukaan dan transparansi, misalnya:
  1. Membuat papan pengumuman proyek pembangunan yang ada di desa, yang terdiri dari:
    • Proyek keseluruhan yang ada di desa
    • Proyek yang ada di tiap dusun/ grumbul
  2. Mendata warga desa yang dapat dilibatkan dalam proyek pembangunan (warga pengangguran/ warga miskin)
    • Membuat data warga pengangguran per dusun
    • Mengalokasikan warga tersebut ke pembangunan di dusun masing-masing
  3. Agar pembangunan berjalan lancar, desa hendaknya menganggarkan pelatihan khusus terkait skill tehnik bangunan untuk warga desa yg akan dilibatkan secara langsung dalam proyek pembangunan desa
Webmaster dan ayah dari 3 (tiga) orang anak: 'Aisyah, Miqdad, dan Junaid. Penyuka sastra, gerimis, dan langit. Saat ini sudah menapaki kehidupan selama 29 tahun. Bekerja sebagai PNS di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas. Dapat dihubungi melalui facebook di https://www.facebook.com/bayu.ratri