Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.

— Soekarno ~ Presiden RI

Desa Susukan

Selamat Datang di Desa Susukan, Kec. Sumbang, Kab. Banyumas

Profil minggu ini : Novan Kurniawan

 

Segalanya dimulai dari nol, dengan keringat, doa, dan restu kedua orang tua. Novan Kurniawan melangkahkan kakinya untuk mengadu nasib ke kota yang dia anggap mampu memberikan hasil terbaik pada kerjanya. Depok adalah peraduan pertamanya dengan berbekal ijasah SMA yang dia melamar pekerjaan di sebuah pabrik di sana, dia menghabiskan waktu dan tenaga memulai bekerja sangat pagi hingga pulang pukul empat sore.

Rutinitas itu dia lakukan selama satu setengah tahun dengan gaji yang bisa dibilang lumayan jumlahnya pada waktu itu. Kerjanya terhenti setelah pihak pabrik tidak bersedia memperpanjang kontaknya dan membuat dia harus melanjutkan perjalanannya ke sumedang dengan menjadi sales alat kesehatan dengan gaji 700ribu per bulan. Itu pun tidak bertahan lama karena dia harus memilih keluar dan mencoba bekerja di salah satu perusahaan finance. Mungkin nasib juga belum menaungi dirinya sehingga dia memutuskan untuk pulang sejenak.

Di titik ketidakpuasannya, Novan teringat dengan apa yang ayahnya sedang kerjakan selama kurang lebih 30 tahunan terakhir. Sang bapak saat itu masih merantau di jakarta untuk mencari nafkah dengan berjualan bakso keliling. Di saat itu muncul keinginan Novan untuk memperbaiki keadaan ayahnya, paling tidak walaupun tetap berjualan bakso tapi tidak lagi berjalan keliling kehujanan dan kepanasan.

Dengan modal itu serta tabungan yang dia kumpulkan selama bekerja di perantauan ia mencoba berdiskusi dengan bapaknya bagaimana kalau memulai berjualan dengan menyewa ruko. Sang bapak pun setuju dengan usulan Novan itu. Dibukalah sebuah warung bakso di salah satu daerah jawa barat, progres usahanya terbilang lebih baik daripada saat berjualan keliling, namun menurut Novan, hasil yang dia dapat belumlah maksimal. Dalam satu hari dia bisa mendapat omset 150ribu, terbilang cukup standar untuk sebuah usaha di situ. Berjalan beberapa bulan, dia mulai berpikir untuk mengambil keputusan lain. Karena dia rasa kualitas bakso yang dia punya tidaklah buruk, jadi mungkin karena faktor tempat yang membuat progres usahanya terasa stagnan. Dia mulai mencari-cari tempat lain yang sekiranya lebih baik.

Novan memilih berpindah ke Padamara untuk mencoba peruntungan usahanya, dia membuka warung baksonya di sana, dan siapa sangka di situlah titik di mana dia mulai menuai hasil. Warung baksonya yang terletak di samping mini market di padamara itu terbilang cukup ramai. Tidak puas sampai di situ, Novan mulai melirik tempat lain untuk memperluas jangkauan usahanya dengan membuka cabang baru di Desa Susukan. Masyarakat sekitar menyambut cukup baik dengan adanya warung baksonya. Produknya selalu habis dan ramai diserbu para pelanggan.

Novan kini sudah memiliki 4 orang karyawan dan 3 cabang warung bakso dimana 2 cabang dia kelola dan yang 1 diserahkan kepada orang tuanya. Perjalanan usahanya pun masih akan berlanjut, menurutnya masih ada kesempatan baginya untuk membuka cabang baru lagi setelah dia menikah.

Jadi, apa yang bisa kita pelajari dari sekelumit cerita perjalanan dari Novan Kurniawan?, di umur yang terbilang muda dia sudah mampu mencukupi dirinya beserta orang tuanya dan membuka lapangan pekerjaan bagi yang lain. Novan berujar pada kami, bila sukses adalah sebuah pencapaian, sukseslah semuda mungkin dengan apa yang kau sukai. Keinginan untuk sukses atau motivasi untuk sukses itu sebenarnya lahir dari dalam diri sendiri. Ada atau tidak adanya masalah yang besar jika keinginan untuk sukses itu sudah ada kuat dalam dirimu pasti kamu akan menemukan beribu jalan untuk mencapainya. Tidak ada yang tidak mungkin dalam hidup bila dilakukan sepenuh hati dan fokus terhadap apa yang dikerjakan. Tidak lupa untuk selalu meminta restu dengan kedua orang tua dan terus beribadah pada Tuhan, lalu lakukanlah usaha itu, jangan pernah takut untuk gagal, karena kegagalan itu pasti akan terjadi, dan hanya orang sukseslah yang mampu membuat kegagalan itu menjadi batu loncatan untuk menuju pencapaian maksimal.

 

Jadi, apa itu esensi hidup? Simpulkanlah sendiri.

Manusia Biasa