Jurnalisme Desa, Mengabadikan Sesaat yang Kelak Retak

Pada hari Minggu, 25 September 2016, Pemerintah Desa Susukan dan BUM Desa Susukan mengadakan pelatihan yang cukup unik, yaitu Pelatihan Sehari Jurnalisme Desa. Dengan mengutip Sajak Seonggok Jagung karya WS Rendra, pelatihan ini diharapkan menjadi ajang bagi para pemuda untuk berperan lebih di desa.

Apakah gunanya pendidikan
Bila hanya mendorong seseorang
Menjadi layang-layang di ibukota
Kikuk pulang ke daerahnya??
Apakah gunanya seseorang
Belajar filsafat, teknologi, ilmu kedokteran, atau apa saja.
Ketika ia pulang ke daerahnya, lalu berkata :
“disini aku merasa asing dan sepi”
~ Sajak Seonggok Jagung, WS Rendra

Sebagai tempat bagi para intelektual desa untuk menyumbangkan sedikit ide tentang desa. Sebagai langit bagi benih-benih bintang yang kelak akan bersinar.

Setelah pendaftaran sejak pukul 07.00 sampai pukul 07.30, pelatihan dimulai mundur 30 menit dari rencana semula, yaitu pukul 08.00. Diawali dengan pemaparan impian Desa Wisata Edukasi oleh ketua BUM Desa, kemudian dilanjutkan sambutan dari Camat Sumbang yang diwakili oleh Kasi Pemerintahan yaitu Bapak Hariyadi, dan sambutan dari Kepala Desa Susukan, Ibu Dwi Rintasari.

Materi inti mengenai Pengenalan Website Desa disampaikan oleh Ketua BUM Desa, Rigih Bayu Ratri. Dalam materi ini, peserta dikenalkan dengan website desa www.susukan.online. Kemudian dilanjutkan dengan paparan mengenai tehnik dasar jurnalistik dalam materi Jurnalisme Desa yang disampaikan oleh Rizki Aji, Guru di SMA Future Gate Bekasi. Rizki Aji mengenalkan tehnik dasar yang sering disingkat dengan 5W 1H, yang merupakan kependekan dari What (apa), Who (siapa), When (kapan), Where (dimana), Why (mengapa), dan How (bagaimana).