The world has enough for everyone’s need, but not enough for everyone’s greed

— Mahatma Gandhi

Desa Susukan

Selamat Datang di Desa Susukan, Kec. Sumbang, Kab. Banyumas

Kopi Lembu, Kopi Unik dan Istimewa dari Desa Susukan

Kemasan sementara Kopi Lembu

Kopi Lembu. Nama kopi yang masih asing dan belum banyak orang yang mengetahuinya. Wajar saja, sebab Kopi Lembu memang belum diproduksi dan diperjualbelikan secara luas. Masih beredar di kalangan tertentu saja. Bahkan nama Kopi Lembu pun belum secara resmi disematkan untuk kopi yang dibuat oleh Bapak Abdul Mukti.

Ya, Kopi Lembu ini merupakan hasil dari perkebunan kopi milik Bapak Abdul Mukti. Orang-orang lebih mengenalnya dengan sebutan Pak Haji, Mbah Kyai, atau Haji Abdul Mukti. Beliau adalah salah seorang tokoh agama di Desa Susukan, tepatnya di Dusun Lembuayu. Dan karena itulah tercetus nama Kopi Lembu.

Kopi Lembu ini unik dan istimewa. Karena rasa dan aroma kopi ini berbeda dengan rasa dan aroma kopi pada umumnya.

Kopi Lembu ini berasal dari kebun kopi Bapak Abdul Mukti. Kebun tersebut berada kurang lebih 300m dari rumah beliau. Luasnya kurang lebih 200 ubin (2800 m2) itu. Kebun tersebut ditanami sekitar 1000 pohon kopi. Kopi Lembu menjadi istimewa karena pohon kopinya sendiri unik. Pola tanamnya pun menggunakan pola tanam organik.

Kopi Lembu, istimewa bukan hanya karena rasa, tapi karena inilah kopi desa yang sesungguhnya

Bapak Abdul Mukti menunjukkan kebun kopi milik beliau

Pohon Kopi Lembu unik karena Bapak Abdul Mukti menggunakan sistem okulasi. Bagian bawah pohon adalah pohon kopi lokal Lembuayu. Bagian atasnya adalah pohon kopi robusta dari Sumatera. Didukung dengan pola tanam organik dan komposisi unsur hara tanah di Lembuayu, menjadikan Kopi Lembu memiliki rasa dan aroma yang istimewa.

Sistem pengolahan pasca panen Kopi Lembu juga berpengaruh dengan kualitas biji kopi yang dihasilkan. Dengan sistem pengolahan pasca panen yang baik, biji kopi yang dihasilkan akan lebih mantap dan berkualitas. Selain itu juga mempengaruhi harga jual biji kopi.

Bapak Abdul Mukti saat ini bekerja sama dengan mahasiswa Unsoed Purwokerto untuk mengolah biji Kopi Lembu. Diolah menjadi bubuk kopi siap saji. Namun saat ini baru sebatas ujicoba. Termasuk persiapan pengemasan dan memperkuat jaringan pemasaran. Karena itulah Kopi Lembu baru dapat dinikmati oleh kalangan tertentu saja.

Okulasi Kopi Lembu

Namun demikian, bukan berarti Kopi Lembu tidak boleh dinikmati masyarakat luas. Bapak Abdul Mukti senantiasa membuka pintu rumah beliau dan menjamu tamu-tamu beliau dengan Kopi Lembu, kopi unik dan istimewa dari Desa Susukan.

Jadi, kapan kita ngopi?

Webmaster dan ayah dari 3 (tiga) orang anak: ‘Aisyah, Miqdad, dan Junaid. Penyuka sastra, gerimis, dan langit. Saat ini sudah menapaki kehidupan selama 29 tahun. Bekerja sebagai PNS di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas. Dapat dihubungi melalui facebook di https://www.facebook.com/bayu.ratri