Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversif dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata: lawan!

— Wiji Thukul ~ Penyair

Desa Susukan

Selamat Datang di Desa Susukan, Kec. Sumbang, Kab. Banyumas

Sisi Lain Di Balik Taman Lazuardi

Taman Lazuardi desa susukan kecamatan Sumbang akhir-akhir ini menjadi booming di kalangan masyarakat sekitar, taman yang berlokasi di jalur alternatif (Purwokerto-Purbalingga) ini menjadikan Taman Lazuardi mudah dikenal oleh khalayak luas.

Pengunjung pun berdatangan tidak hanya dari warga masyarakat desa Susukan, melainkan juga dari desa lain yang berada di kecamatan sumbang maupun dari desa-desa yang berada di Purbalingga. Hasil wawancara dari Sodikin seorang penjaga tiket di Taman Lazuardi tersebut mengatakan bahwa pengunjung di Taman Lazuardi ini cukup ramai sejak dibukanya Taman Lazuardi pada bulan juli 2017. Ramainya pengunjung dapat mencapai 200 orang, namun jika cuaca kurang baik, pengunjung taman hanya berkisar 10 orang.

Fasilitas yang ada di Taman Lazuardi diantaranya yaitu, terdapat beberapa gazebo yang dapat dijadikan tempat bersantai untuk para pengunjung, kemudian terdapat tempat-tempat yang menarik untuk ber-selfi , dan terdapat beberapa wahana permainan untuk anak-anak, sehingga anak-anak akan menjadi nyaman dan  berada di Taman Lazuardi tersebut. Oleh karena itu, Taman Lazuardi menjadi tempat yang favorit untuk berkumpul bersama sahabat maupun keluarga.

“Masalah yang masih dihadapi di Taman Lazuardi adalah masalah kebersihan, karena masih kurang adanya kesadaran dari para pengunjung untuk turut menjaga kebersihan di Taman Lazuardi ini.” tutur lelaki berusia 22 tahun tersebut.

Yeni Kurnianingsih

Just call me Yeni 🙂