Taman Lazuardi, Antara Impian dan Rencana Kerja BUM Desa

Ini adalah tulisan pertama saya selaku Direktur BUM Desa Susukan. Semoga tulisan ini dapat berlanjut dan memberi inspirasi, motivasi, dan kisah, menjadi benih-benih bintang. Yang kelak pada waktunya akan bersinar. Taman dan KolamTaman Lazuardi. Taman ini menjadi impian pribadi saya, yang kemudian saya coba ejawantahkan di Desa Susukan. Sebuah desa di kaki Gunung Slamet yang saya tinggali sejak tahun 2012 yang lalu. Bicara tentang impian, maka impian yang saya rangkum dalam Taman Lazuardi sebenarnya adalah sebuah impian yang sederhana.
Desa sudah menyiapkan lahan seluas 1,5 hektar untuk digunakan sebagai Taman Lazuardi
Berawal dari melihat potensi Desa Susukan yang sejuk segar dengan anugerah bentang alam maha indah serta gemericik air yang mengalir tanpa mengenal musim. Kemudian segala keindahan tersebut masih tersegel dan dihadapkan pada beberapa masalah, yang jika dilihat dari sudut pandang berbeda, adalah potensi yang hampir tanpa batas, yang nanti akan coba saya narasikan lebih lanjut pada tulisan berikutnya. Desain TamanPada tulisan ini, saya hanya sekedar mencoba menawarkan mimpi, yang saya kemas dalam sebuah rencana kerja. Dimana setelah terbentuknya BUM Desa dan saya terpilih menjadi Direktur BUM Desa, saya segera menyusun dan memperbaiki rencana kerja yang sebelumnya telah saya paparkan pada saat musyawarah desa pemilihan pengurus BUM Desa.
Desain tahap pertama adalah Taman dengan luasan sekitar 4000 m2
Saat ini rencana kerja sudah semakin nyata, salah satunya adalah desain taman yang ada pada gambar di atas. Secara singkat, pembuatan Taman Lazuardi ini adalah sebagai pusat dari kegiatan ekonomi sekaligus daya tarik Desa Susukan. Pada tahap pertama, desain taman yang kami rencanakan adalah sebuah taman dengan aliran sungai kecil, pohon-pohon rindang, jalan setapak, gazebo, dan tak kalah penting adalah perpustakaan serta ruang untuk bernostalgia: layar tancap.
Desa telah menyiapkan anggaran minimal 200 juta untuk pembangunan taman
Jadi di taman itu, warga desa dapat berkumpul menikmati gemericik air yang mengalir dalam sungai kecil. Sungai kecil itu berisi ikan-ikan warna warni. Kemudian ada gazebo di atas sungai kecil tersebut. Ada taman bunga. Ada sawah mina padi. Di pusat taman, ada perpustakaan mini yang juga sekaligus sebagai tempat berkumpul pada malam minggu, untuk menyaksisakan bersama-sama layar tancap. Filmnya tentu saja film yang bertema pendidikan, inspirasi.
Desain tahap kedua (tahun 2018) akan berupa kolam renang dengan fasilitas snorkeling/ diving seperti bunaken
Kami juga sudah menyusun rencana jangka menengah dan jangka panjang dari Taman Lazuardi. Dimana nantinya Desa Susukan akan menjadi Desa Wisata Pendidikan, dengan Taman Lazuardi sebagai pusatnya. Kemudian dukuh-dukuh akan menjadi sentra-sentra produk unggulan desa: Lele dan produk olahannya, Gula Jawa, Sapi Perah/ Pedaging, dan Makanan tradisional. InsyaALloh, rencana tersebut akan kami babarkan pada tulisan selanjutnya. Mohon doa restu dan dukungan dari segenap masyarakat Susukan, mari bahu membahu, nyengkuyung rencana ini, agar Desa Susukan tercinta, menjadi desa yang akan menjadi inspirasi bagi segenap anak cucu kita. MERDESA!!!
Webmaster dan ayah dari 3 (tiga) orang anak: 'Aisyah, Miqdad, dan Junaid. Penyuka sastra, gerimis, dan langit. Saat ini sudah menapaki kehidupan selama 29 tahun. Bekerja sebagai PNS di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas. Dapat dihubungi melalui facebook di https://www.facebook.com/bayu.ratri