TBM Lazuardi, Titik Awal Membumikan Literasi di Desa Susukan

Literasi, bagi sebagian besar orang adalah sebuah bahasa langit. Jangankan untuk mereka yang hidup di pedesaan, bahkan orang-orang yang lalu lalang di perkotaan pun banyak yang masih gagap terkait literasi.

This slideshow requires JavaScript.

Secara sederhana, literasi bisa diartikan sebagai budaya membaca, menulis, dan mengaplikasikan makna serta pesan yg dari sebuah tulisan. Karena itu dikatakan "Jika kita menemui seseorang dengan kepandaian yang menakjubkan, maka kita harus bertanya buku apa yang dia baca"
If we encounter a man of rare intellect, we should ask him what books he reads ~ Ralph Waldo Emerson.
Dan berdirilah TBM (Taman Baca Masyarakat) Lazuardi di Desa Susukan, dengan salah satu misinya adalah membumikan literasi. Pembukaan TBM Lazuardi dilaksanakan secara sederhana pada hari Jumat, 03 Februari 2017. Berlokasi di salah satu sudut Pendopo Sasana Bhakti Wasese, pengunjung perdana TBM Lazuardi adalah anak-anak SD N 1 Susukan. Dengan dibantu mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Purwokerto, TBM Lazuardi yang dikelola oleh BUM Desa Susukan dan Para Pemuda mencoba melayani para pengunjung yang dahaga akan makna dari kumpulan aksara. Dengan konsep Open Space Library (Perpustakaan di ruang terbuka) ternyata TBM Lazuardi mendapat sambutan yang meriah dari anak-anak. Diselingi dengan trial memanah, antusiasme anak-anak desa yang mengerumuni TBM Lazuardi dengan koleksi buku yang tak seberapa, memberikan semacam spirit tersendiri terutama bagi pengelola TBM Lazuardi. Apalagi pada saat pembukaan tersebut, Ibu Kepala Desa Susukan, Dwi Rintasari juga turut berpartisipasi aktif. TBM Lazuardi juga mendapatkan kehormatan dengan kunjungan dari Dinas Arpusda (Arsip dan Perpustakaan Daerah) Kabupaten Banyumas yang pada saat itu dipimpin oleh Ibu Vivi dkk untuk melihat secara langsung TBM Lazuardi yang baru seumur jagung ini. Selain itu, Dinas Arpusda Kabupaten Banyumas juga memberikan bantuan berupa hibah 250 eksemplar buku untuk menambah koleksi buku TBM Lazuardi. Sebelumnya TBM Lazuardi memang telah mengajukan kerjasama (MoU) dengan Dinas Arpusda Kabupaten Banyumas untuk meminjam buku sebanyak 100 judul dengan total jumlah buku sebanyak 169 eksemplar. Tidak disangka, ketika melakukan kunjungan ke TBM Lazuardi, Dinas Arpusda Kabupaten Banyumas juga membawa hibah buku karena terkesan dengan semangat TBM Lazuardi. Buku koleksi TBM Lazuardi yang awalnya hanya berjumlah sekitar 100, kini dengan tambahan pinjaman buku serta hibah buku dari Dinas Arpusda Kabupaten Banyumas menjadi berjumlah 500an buku. Terdiri dari buku bacaan untuk anak, sastra, majalah, agama Islam, ketrampilan, peternakan, perikanan, pertanian, aneka masakan, dan lain sebagainya. Diharapkan TBM Lazuardi dapat membawa misi membumikan literasi di Desa Susukan. Bukan hanya sebagai tempat untuk membaca buku, namun juga sekaligus mewujudkan kumpulan aksara yang ada di buku tersebut dalam kehidupan nyata,
Webmaster dan ayah dari 3 (tiga) orang anak: 'Aisyah, Miqdad, dan Junaid. Penyuka sastra, gerimis, dan langit. Saat ini sudah menapaki kehidupan selama 29 tahun. Bekerja sebagai PNS di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas. Dapat dihubungi melalui facebook di https://www.facebook.com/bayu.ratri