Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversif dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata: lawan!

— Wiji Thukul ~ Penyair

Desa Susukan

Selamat Datang di Desa Susukan, Kec. Sumbang, Kab. Banyumas

Tips Menulis: Bacalah, Lalu Tulislah

Karena saya menulis hanya sekedar karena ingin menulis. Bukan untuk dilombakan, bukan pula untuk ujian bahasa indonesia. So, kenapa saya mesti peduli dengan segala macam aturan penulisan?

Menulis itu sebenarnya tentang membiasakan diri. Jika belum terbiasa, menulis 1 paragraf saja rasanya sulit setengah mati. Tapi jika sudah terbiasa, 3 hingga 5 paragraf dapat dengan cepat muncul dalam selembar kertas.

Banyak yang sudah berbagi tips menulis yang baik dan benar. Masing-masing punya versi sendiri. Versi saya, saya sebenarnya hampir-hampir tidak pernah menulis dengan baik dan benar. Artinya, tulisan-tulisan saya bisa jadi menyimpang dari norma tulisan yang ada, alias bebas, sebebas-bebasnya.

Kenapa? Karena saya menulis hanya sekedar karena ingin menulis. Bukan untuk dilombakan, bukan pula untuk ujian bahasa indonesia. So, kenapa saya mesti peduli dengan segala macam aturan penulisan?

Ide. Ide menulis bisa dari mana saja. Tapi menurut saya, ide paling mudah muncul ketika kita membaca tulisan orang lain. Mengapa mudah? Karena nantinya kita tinggal mengutip tulisan tersebut, menambahkan sedikit dengan kata-kata kita sendiri, komentari sedikit, dan taraaa, selesailah sebuah tulisan.

Triknya, bacalah lebih dari 1 (satu) tulisan, kemudian kutip sana kutip sini, copas sana copas sini, tambahkan kata-katamu sendiri di sana dan di sini, kasih komentar kutipan-kutipan itu. Rangkai jadi satu. Selesai.

Secara ringkas, tips menulis bagi saya adalah: Bacalah, Lalu Tulislah (Apa yang Kamu Baca).

Webmaster dan ayah dari 3 (tiga) orang anak: ‘Aisyah, Miqdad, dan Junaid. Penyuka sastra, gerimis, dan langit. Saat ini sudah menapaki kehidupan selama 29 tahun. Bekerja sebagai PNS di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas. Dapat dihubungi melalui facebook di https://www.facebook.com/bayu.ratri