Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.

— Soekarno ~ Presiden RI

Desa Susukan

Selamat Datang di Desa Susukan, Kec. Sumbang, Kab. Banyumas

Budaya Jawa dalam Pernikahan Warga Lembuayu Yeni Kurnianingsih

Jika berbicara tentang budaya, pernikahan merupakan salah satu unsur yang sangat kental dengan budaya. Hampir setiap daerah memiliki tradisi tersendiri dalam ritual pernikahan, tak terkecuali di daerah Jawa yang terkenal dengan ritual pernikahannya. Di Desa Susukan merupakan salah satu daerah yang menggunakan tradisi jawa dalam melasanakan pernikahan. Dalam pernikahan salah seorang warga Lembuayu, Yeni Kurnianingsih, yang juga merupakan salah satu anggota pengelola tim web desa mengangkat tradsi Jawa dalam pernikahannya. Diantara ritual yang dilakukan dalam pernikahan tersebut yaitu:

Balangan Suruh

Pada prosesi ini, kedua mempelai berdiri saling berhadapan dengan jarak dua sampai tiga meter. Kemudian keduanya sama-sama melempar gantal (terbuat dari daun sirih yang ditekuk atau dilinting lalu diikat dengan benang putih). Gantal yang dibawa untuk dibawa oleh pengantin putri disebut godhang kasih, sedangkan gantal yang dipegang pengantin lai-laki disebut godhang tutur. Daun sirih dipercaya memiliki kekuatan untuk menangkal gangguan buruk. Selain itu, iri khas daun sirih yang ruas-ruas daunnya tidak putus melainkan melingkar enjadi symbol dan harapan bahwa perkawinan mempelai juga akan lenggeng dan tak terputus.

Injak Telur: Dimaknai harapan dan lambing kesetiaan.

Telur dimaknai sebagai harapan agar pengantin memiliki keturunan yang merupakan tanda cinta kasih berdua. Setelah menginjak telur, pengantin wanita akan membasuh kaki pengantin pria yang merupakan lambing kesetiaan seorang istri pada suaminya.

Sikepan Sindur: Tali kasih yang erat dan tak terpisahkan. Sikepan sindur dilakukan setelah injak telur yaitu membentangkan kain atau sindur kepada kedua mempelai oleh ibu untuk kemudian berjalan menuju  ke pelaminan. Bagian ini melambangkan harapan dari orang tua agar kedua mempelai selalu erat karena telah dipersatukan. Ayah akan menuntun kedua mempelai dengan berjalan memegang sindur tersebut.

Pangkuan: berbagi kasih yang adil

Kedua mempelai duduk di pangkuan sang ayah mempelai wanita. Pengantin wanita duduk di sebelah paha kiri ayah dan laki-lai di sebelah paha kanan ayah. Bagian upaara ini menunjukkan bahwa kelak kedua mempelai akan memiliki keturunan dan diharapkan dapat berbagi kasih sayang yang adil seperti sang ayah. Bagian ini juga bermakna menimbang yang dimaksud tidak ada perbedaan kasih sayang untuk anak dan menantu.

Kacar Kucur: Lambang dari kesejahteraan dalam rumah tangga

Mempelai pria akan mengucurkan sebuah kantong yang diisi denga biji-bijian, uang

receh, dan beras kuning ke pangkuan wanita. Hal ini bermakna bahwa tugas suami adalah mencari nafkah dan istri yang mengelolanya. Bagian ini merupakan lambing dari kesejahteraan dalam rumah tangga.

Dulang-dulangan: Saling menolong dan rukun

Adapula bagian prosesi yang disebut dengan Dahar Klimah atau dulang-dulangan (suap-menyuapi). Kedua mempelai akan saling menyuapi sebanyak tiga kali dan acara ini mempunyai harapan agar kedua mempelai selalu rukun dan saling tolong menolong dalam menempuh hidup baru sebagai sebuah keluarga.

Ingkung (Tarik-tarikan ayam)

Kedua mempelai akan memegang ayam panggang tersebut di masing-masing sisi. Kemudian setelah aba-aba dari mempelai wanita, kedua mempelai menarik ayam panggang tersebut kearah yang saling berlawanan. Sesuai dengan nama dari prosesi ini, Tarik. Dalam adat ini dipercayai bahwa mempelai yang mendapatkan bagian yang lebih besar dari pada yang lain, akan membawa kesejahteraan di dalam keluarga kecil mereka. Selain itu, upaara ini juga mengingatkan kedua mempelai untuk saling membantu satu sama laindan bekerja sama dalam membangun kesejahteraan keluarga.

Sungkeman: Bakti kepada orang tua atau sesepuh

Sungkeman merupakan bukti atau bentuk dari penghormatan kepada orang tua dan sesepuh. Sungkeman dilakukan kepada orang tua dan diteruskan kepada sesepuh yang lainnya. Proses ini merupakan hal yang sangat ditunggu oleh kedua pengantin untuk mendapatkan restu dari orang tua untuk menjalani kehidupan yang baru bersama pasangan.

Pecinta Rasulullah SAW yang sedang menimba ilmu di IAIN Purwokerto Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Prodi Pendidikan Agama Islam. Hobi menulis, bersholawat, dan ingin menjadi manusia yang diberkahi di dunia dan akhirat.