Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.

— Soekarno ~ Presiden RI

Desa Susukan

Selamat Datang di Desa Susukan, Kec. Sumbang, Kab. Banyumas

Desa Susukan Menghidupkan Sunnah dengan Memanah

Memanah, merupakan salah satu olahraga yang sedang naik daun belakangan ini. Olahraga yang sebenarnya merupakan salah satu sunnah Nabi Muhammad Shallallohu ‘Alaih wa Salam ini banyak digemari oleh kalangan anak-anak hingga dewasa. Selain relatif mudah, memanah memberikan tantangan tersendiri yang sangat mengasyikkan.
memanah-1

Geliat memanah yang menyebar di beberapa daerah akhirnya menyapa Desa Susukan. Melalui bantuan dari negara yang diberikan oleh salah satu donatur, dibelilah 2 (dua) set alat panah yang terdiri dari sebuah busur, satu anak panah, dan satu sasaran. 1 (satu) set untuk kalangan anak-anak, 1 (set) lagi untuk dewasa.

Barangsiapa yang menembak satu panah dalam jihad fii sabilillah ia mendapat satu cahaya di hari kiamat kelak” (HR. Al Baihaqi dalam As Sunan Al Kubra no.17035, dishahihkan Al Albani dalam Shahih At Targhib 1292)

Sebagaimana biasa, rasa ingin tahu anak-anak sangatlah besar. Ketika sedang ujicoba menggunakan panahan ini, beberapa anak ikut melihat dan ingin mencoba. Dan viola! Mereka bisa!

memanah-lagi-lagi

Berbeda dari yang kami bayangkan, ternyata setelah mencoba menggunakan panahan ini, tidak terlalu sulit. Bahkan anak-anak yang mencobanya pun langsung bisa. Mungkin secara tehnik memang banyak yang perlu diperbaiki, tapi bukankah sebuah permainan adalah tentang bersenang-senang dan bertukar kenang?

Adapun tentang paket panahan, yang dibeli dan digunakan di sini adalah paket panahan untuk pemula dengan jarak efektif sekitar 10-15 meter. Sehingga bahkan anak kelas 6 SD sekalipun bisa menarik tali busur dengan mudah dan anak panah dapat meluncur dengan mulus.

Harapan ke depannya, model-model permainan yang bermanfaat seperti panahan ini dapat dilanjutkan dan diperlombakan di event-event tertentu, menggantikan permainan-permainan yang hanya sekedar senda gurau belaka. Tentunya dengan terlebih dahulu meningkat kualitas maupun kuantitas peralatan panahan ini.

Dan negara, melalui beberapa tangan yang tak terlihat, melalui birokrasi gaib, siap membantu mewujudkannya. Dan bukankah sebaik-baik yang ditinggalkan oleh seseorang setelah kematiannya adalah tiga perkara: anak shalih yang mendo’akannya, shadaqah mengalir yang pahalanya sampai kepadanya, dan ilmu yang diamalkan orang setelah (kematian) nya?

Maka mari, ajarkanlah anak-anak untuk berlatih memanah.

Webmaster dan ayah dari 3 (tiga) orang anak: ‘Aisyah, Miqdad, dan Junaid. Penyuka sastra, gerimis, dan langit. Saat ini sudah menapaki kehidupan selama 29 tahun. Bekerja sebagai PNS di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas. Dapat dihubungi melalui facebook di https://www.facebook.com/bayu.ratri