A person who never made a mistake, never tried anything new

— Albert Einstein

Desa Susukan

Selamat Datang di Desa Susukan, Kec. Sumbang, Kab. Banyumas

Karena Hidup Itu Butuh Perjuangan…

Setiap pagi, mereka sudah bersiap untuk bekerja. Kadang setelah subuh langsung mereka mengambil tempat dan mengambil jatah kentang yang harus mereka kupas.

Ya, Ibu-ibu itu bekerja untuk mengupas kentang. Pekerjaan sederhana, yang tidak memerlukan keahlian khusus, hanya ketekunan, dan sedikit keprihatinan. Kentang-kentang itu didatangkan dari Ajibarang oleh salah seorang pedagang sayur di Desa Susukan. Kentang-kentang itu kemudian dikupas dengan tekun oleh mereka. Keesokan harinya, Pedagang sayur yang mempekerjakan mereka, menjualnya di pasar Kemukusan (Banaran).

Pedagang sayur itu juga seorang ibu-ibu. Pedagang kecil. Namun ia bisa memberdayakan tetangga-tetangganya, dengan caranya sendiri. Suatu saat mungkin akan kami tuliskan mengenai beliau juga.

Setiap hari, ibu-ibu perkasa ini mendapat jatah kentang yang harus dikupas. Namun jumlahnya tidak pasti. Kadang 5kg/orang, bahkan pernah 10kg/orang. Namun kadang juga tidak ada sama sekali, karena memang pasokan tidak menentu.

Jangan kaget dengan upah yang mereka dapat. 1000 rupiah per kg. Ya, hanya seribu. Dalam satu kilogram kentang, kurang lebih ada 10 hingga 15 buah kentang. Tergantung ukuran kentang. Jika di rata-rata, upah yang mereka terima hanya 100 rupiah per buah kentang. Dalam sehari mereka mendapatkan sekitar 5.000 hingga 10.000 rupiah saja.

Bayangkan, bekerja dari pagi, sampai siang hampir usai, hanya mendapat upah 5000 rupiah saja. Dan yang indah lagi menakjubkan dari mereka adalah, berapapun yang mereka terima, itu bukan masalah buat mereka, yang penting hari itu bisa dapat uang, itu sudah cukup untuk mereka.

“pokoke, selama saged nyambut damel piyambak nggih mboten bade ngrusuhi wong liya(anak2nya) lah Bu… “

Yang semakin membuat takjub adalah, sebagian besar dari mereka adalah para janda. Wanita-wanita super yang telah ditinggal selama berbelas2 bahkan berpuluh tahun oleh suami mereka, ada pula yang ditinggal begitu saja oleh suaminya. Karena hidup, bagi mereka, adalah perjuangan.

a wife of a hero and a mother of three fabulous children