Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.

— Soekarno ~ Presiden RI

Desa Susukan

Selamat Datang di Desa Susukan, Kec. Sumbang, Kab. Banyumas

Memulai Langkah, Ketika yang Berat Terasa Begitu Indah

Ini adalah tulisan kedua saya sebagai Direktur BUM Desa, setelah sebelumnya saya menuliskan tentang Taman Lazuardi, Antara Impian dan Rencana Kerja BUM Desa. Satu bulan sekali. Itu waktu maksimal yang saya tetapkan untuk diri saya sendiri, untuk menuliskan apa yang telah dan akan saya lakukan, tentu kaitannya dengan impian Desa Susukan.

Memulai langkah tak pernah mudah. Sebuah perjalanan yang panjang haruslah diawali dengan satu langkah kecil. Perubahan besar dapat dilihat sebagai kumpulan dari perubahan-perubahan kecil.  Perubahan besar dimulai oleh sekelompok kecil orang yang tekun mempelajari dan menyikapi masalah bersama yang mereka hadapi. Besarnya masalah yang dihadapi bangsa ini seringkali memaksa kita memikirkan solusi besar, sehingga merasa tidak berdaya. Tapi sebetulnya banyak perubahan besar dapat terjadi apabila kita mulai dengan langkah-langkah sederhana.

jejak-kaki

Kami mengawali dengan sebuah langkah kecil: website desa. Kenapa website? Era sekarang adalah era teknologi. Dan website merupakan suatu hal yang hampir wajib dimiliki ketika kita membicarakan branding sesuatu yang besar. Ya, branding.

Brand adalah merek atau tanda pengenal. Sedangkan branding adalah kumpulan kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka proses membangun dan membesarkan brand

Tujuan awal dengan adanya website desa adalah branding. Kami ingin mengenalkan kepada seluruh dunia, bahwa ada sebuah desa di kaki Gunung Slamet yang mempunyai potensi untuk berkembang menjadi desa wisata. Sehingga ketika orang-orang bicara tentang Desa Wisata di Kabupaten Banyumas, orang-orang akan teringat dengan Susukan. Ketika orang bicara tentang Susukan, orang akan teringat www.susukan.online.

Branding melalui dunia maya, dalam hal ini website, bukanlah sesuatu yang sulit, meski juga tidak semudah membalik telapak tangan. Salah satu kendala adalah bahwa nama Susukan bukanlah nama yang unik. Banyak sekali daerah di Indonesia, khususnya Jawa, yang juga bernama Susukan. Saat ini ketika kita mengetik kata Susukan Sumbang atau Susukan Banyumas di google, website ini sudah muncul di halaman pertama.

Salah satu unsur utama dari sebuah website adalah tulisan atau artikel di dalamnya. Ketika orang-orang ingin tahu tentang Susukan, kemudian membuka website susukan.online, maka citra Susukan akan tercermin dari tulisan-tulisan yang ada di website.

Dari situlah, minggu lalu, 25 September 2016, kami mengadakan kegiatan Pelatihan Sehari Jurnalisme Desa. Yang tujuannya adalah mencetak para jurnalis desa. Secara konsep, pelatihan ini terlalu ambisius. Dan kami sadar akan hal itu. Namun bagi kami, Impossible is I Am Possible!

“Change will not come if we wait for some other person or some other time. We are the ones we’ve been waiting for. We are the change that we seek.” ~ Barack Obama

Jurnalisme Desa, adalah sebuah langkah awal yang kecil. Dan sebagaimana lazimnya sebuah perjalanan panjang, langkah awal adalah sesuatu yang paling berat, paling menantang. Dan kita bersama telah melaluinya. Langkah selanjutnya akan terus menantang, dengan semakin banyak aral melintang. Maka kami sungguh berdoa dan berharap, langkah demi langkah yang akan kita tempuh ke depan, akan makin menguatkan semangat. Menguatkan kebersamaan kita. Sehingga tiap langkah, akan terasa begitu indah.

Ganbatte!

Webmaster dan ayah dari 3 (tiga) orang anak: ‘Aisyah, Miqdad, dan Junaid. Penyuka sastra, gerimis, dan langit. Saat ini sudah menapaki kehidupan selama 29 tahun. Bekerja sebagai PNS di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas. Dapat dihubungi melalui facebook di https://www.facebook.com/bayu.ratri