Nothing is impossible, the word itself says “I’m possible”!

— Unknown

Desa Susukan

Selamat Datang di Desa Susukan, Kec. Sumbang, Kab. Banyumas

Menyempurnakan Lesus dengan Kemandirian, Ketekunan, dan Kegigihan

Lesus merupakan perwujudan nyata dari sebuah ketekunan dan kegigihan, sekaligus sebagai sebuah pembelajaran bahwa tidak ada yang tidak mungkin asalkan kita mau terus mencoba dan mencoba. Man Jadda wa Jada, kata orang arab.

lesus-terbaruBerawal dari keinginan agar pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan di Desa Susukan mempunyai nilai lebih, tidak hanya sekedar numpang lewat belaka, maka beberapa warga berinisiatif memberdayakan dirinya sendiri. Memanfaatkan momentum pelatihan pembuatan abon lele yang digagas oleh Unsoed, beberapa perempuan desa tertarik mengembangkan lebih jauh.

Maka berkumpullah beberapa perempuan untuk melanjutkan menyempurnakan abon lele. Hal ini dikarenakan pelatihan pembuatan abon lele yang diberikan oleh Unsoed, masih terdapat banyak kekurangan, sementara tidak ada pelatihan lanjutan untuk sekedar mengatasi kekurangan tersebut.

Kemudian disusunlah program pelatihan mandiri yang dianggap lebih efektif dan efisien untuk menyempurnakan abon lele ini dengan biaya dari Pemerintah Desa dan swadaya masyarakat.

Perbedaan dari pelatihan-pelatihan sebelumnya, program pelatihan mandiri menitikberatkan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, yaitu hasil jadi yang layak untuk dijual di kalangan umum. Sehingga program pelatihan mandiri bukan sekedar membuat abon lele asal jadi, namun memperhatikan kualitas, mutu, kemudian kemasan dan pemasaran.

Karena yang diinginkan adalah outcome, bukan sekedar output (baca: terselenggaranya pelatihan bla bla blas)

Selain itu, karena dianggap kurang efektif, maka pelatihan mandiri hanya diikuti oleh 5-6 orang saja. Bahkan dalam pelatihan mandiri ini, tidak melibatkan narasumber dari pihak luar, karena para pesertanya sudah cukup mampu untuk menjalankan dasar pembuatan abon lele.

Dalam pelatihan mandiri ini, dilakukan beberapa penyempurnaan dari hasil pelatihan sebelumnya yang meliputi mesin peniris (spinner), bahan baku, proses pembuatan, hingga pengemasan. Setiap pelatihan dilakukan selama 1 (satu) hari penuh, dengan hasilnya berupa abon lele yang sudah dikemas dan siap dipasarkan.

Abon Lele yang telah jadi kemudian dipasarkan melalui pameran-pameran dan penjualan secara individu. Dari proses pembuatan hingga pemasaran, kemudian dilakukan evaluasi untuk program pelatihan mandiri selanjutnya. Dan setelah melalui 3 (tiga) kali program pelatihan mandiri termasuk evaluasinya, Lesus akhirnya berhasil mencapai tahap yang diidamkan, mulai dari tekstur, rasa, hingga kemasan.

Saat ini yang menjadi PR selanjutnya adalah proses pemasaran yang rencananya akan melalui kerjasama dengan koperasi-koperasi, dan juga rencana promosi dan pemasaran secara online dengan melibatkan para pemuda dan memanfaatkan jejaring sosial.

Dan yang paling menggembirakan dari program pelatihan mandiri ini adalah, bahwa masyarakat desa mulai berani bermimpi. Saat dilakukan musyawarah dusun beberapa waktu lampau, ada beberapa warga, setelah mendengar proses perjalanan Lesus ini, kemudian berani bermimpi. Dan salah satu impian itu adalah yang paling sederhana: membuat kripik singkong a la Qtela.

Webmaster dan ayah dari 3 (tiga) orang anak: ‘Aisyah, Miqdad, dan Junaid. Penyuka sastra, gerimis, dan langit. Saat ini sudah menapaki kehidupan selama 29 tahun. Bekerja sebagai PNS di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas. Dapat dihubungi melalui facebook di https://www.facebook.com/bayu.ratri