Apabila usul ditolak tanpa ditimbang, suara dibungkam, kritik dilarang tanpa alasan, dituduh subversif dan mengganggu keamanan, maka hanya ada satu kata: lawan!

— Wiji Thukul ~ Penyair

Desa Susukan

Selamat Datang di Desa Susukan, Kec. Sumbang, Kab. Banyumas

Ocehan Gamang

Dengan adanya BUMDes, diharapkan juga dapat mengurangi terjadinya ketimpangan antara perkotaan dengan pedesaan. “Membangun itu butuh akses keuangan, jadi melalui program BUMDes yang kita sinergikan dengan program inklusi keuangan, kita harapkan gap antara desa kota terkait dengan inklusi keuangan dan literasi keuangan bisa mengejar ketertinggalan”, kata salah satu narasumber pada saat pelatihan dan gathering media massa, di Purwokerto, Kamis, (5/3) malam. Pernyataan tersebut saya kutip dari liputan6.com. Jadi, sudah sejauh mana kita mengenal BUMDes ini? Apakah kita sudah memahami apa yang menjadi tujuan utama pemerintah dengan menciptakan BUMDes ini? Ataukah kita masih acuh? Mari kita obrolkan.

Apa itu BUMDes?

BUMDes adalah sebuah lembaga usaha desa yang dikelola oleh pemerintah desa juga masyarakatnya, dengan tujuan memperkuat perekonomian desa dan dibentuk berdasarkan kebutuhan dan potensi yang ada di desa tersebut. Dengan kalimat lain, BUMDes itu adalah alat yang diciptakan untuk kita selaku warga desa agar bisa mandiri dalam memenuhi kebutuhan ekonomi berdasarkan kebutuhan dan potensi desa masing masing. Setiap desa memiliki potensi atau daya jualnya sendiri, ada yang memiliki potensi di sektor pertanian, ada yang di sektor perikanan, dan ada juga yang di sektor wisata, dan sektor lainnya. Jadi, menurutmu desa Susukan ini memiliki potensi terbesar di sektor yang mana?, apakah usahanya sudah produktif dan tepat sasaran?, apa jangan-jangan hanya menjadi project segelintir orang, atau hanya memfasilitasi sekelompok orang? dan apa sebenranya kita sudah siap? yakin?, mari kita pikirkan bersama.

BUMDes Desa Susukan, sudah tahu?.

Sebagian besar warga desa Susukan pasti tahu bahwa di desa ini sudah memiliki taman baru yang bernama Lazuardi, dan di sebelah utara dari taman tersebut juga sedang ada proses pembangunan yang katanya untuk kolam renang, tapi apakah anda tahu apa yang sebenarnya pemerintah desa sedang rencanakan?,  apakah semua hal-hal itu terkait dengan rencana jangka panjang pemerintahan desa lewat BUMDes?, lalu apa sebenarnya rencana jangka panjang itu?. Taman Lazuardi merupakan langkah pertama dari BUMDes dalam melaksanakan mandat ini,  setelah melewati diskusi panjang akhirnya mereka memilih keputusan untuk membangun sebuah taman desa. Di awal proses pembangunannya, BUMDes melibatkan perwakilan warga desa untuk bergotong royong membuka lahan dan sedikit menggali parit. Harapan tinggi tersirat dari senyum, tawa, dan semangat para warga yang berbondong-bondong datang ke sana. Setelah peletakan batu pertama yang dihadiri oleh wakil bupati Banyumas, pembangunan taman pun berjalan alon-alon kelakon, pelan-pelan jadi. Setelah taman dibuka, tempat baru ini menarik antusias warga desa untuk berkunjung, untuk menikmati dan menjajal seperti apa taman desa yang direncanakan tersebut. Dalam beberapa pertemuan dengan warga desa, BUMDes mengajak beberapa warga untuk ikut andil dalam kegiatan di taman, ada yang bertugas dalam pengelolaan taman, ada pula yang mencoba peruntungannya lewat usaha menjual makanan & minuan serta penyewaan wahana bermain anak, beberapa wahana yang disewakan waktu itu adalah wahana trampolin, mandi bola, dan kereta anak. Berdasarkan pengamatan yang masih mampu bertahan hanya kereta anak, wahana trapolin sudah angkat kaki, dan wahana mandi bola pun sepi peminat. Apalagi yang sekarang masih berjualan di luar area taman adalah orang desa luar.  Jadi ketika satu per satu andil warga pergi karena tidak kunjung mebuahkan keuntungan, bukankah itu tanda ada permasalahan yang secepatnya harus dibenahi?.

Permasalahan dalam BUMDes. Punya masalah?

Jadi menurut anda apakah upaya BUMDes menciptakan taman ini sudah membuahkan hasil bagi kita warga desa?. Kalau anda rasa belum,  kira-kira apa penyebabnya?. Saya merangkum sedikit beberapa kendala berdasarkan pengamatan pribadi, yaitu :

  1. Keterbatasan Sumber Daya Manusia yang mengelola BUMDes.

Berdasar pengamatan, BUMDes desa Susukan hanya dikelola oleh tiga orang anggota inti, dimana pendapat saya perlu ditambahnya anggota BUMDes yang kompeten sesuai bidang dan tugasnya agar beban pekerjaan per sub kegiatan lembaga bisa lebih rapi sehingga goals dari usaha bisa tercapai dengan maksimal, dan tercipta managemen organisasi yang bagus.

  1. Akses promosi dan pemasaran

Taman sudah dibuka, dan salah satu sumber utama pemasukan BUMDes melalui taman Lazuardi ini adalah lewat penjualan tiket, sementara pertumbuhan pengunjung kian waktu tidak terlalu naik signifikan. Jadi saya rasa dibutuhkan strategi pemasaran dan promosi yang lebih galak lagi agar mampu menarik pengunjung yang datang, lagi pula ini berimbas bagi kesehatan keuangan lembaga ini.

Jadi, Bagaimana?

Setelah pembahasan di atas apakah kita sudah benar-benar paham tentang BUMDes ini? Apakah keputusan BUMDes menginvestasikan dana dalam usaha taman ini sudah tepat? Bila menurut anda belum, bagaimana solusinya? Memperbaiki atau mulai ancang-ancang menambah usaha di sektor lain?, mari kita pikirkan, mari kita diskusikan, dan mari kita ikut ambil bagian.

PERUBAHAN BESAR DIMULAI DARI LANGKAH-LANGKAH KECIL YANG PERSISTEN!.

Manusia Biasa