Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.

— Soekarno ~ Presiden RI

Desa Susukan

Selamat Datang di Desa Susukan, Kec. Sumbang, Kab. Banyumas

Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Pertanian Skala Rumah Tangga

Ketahanan pangan akan tetap menjadi permasalahan pokok di sebagian besar negara di beberapa belahan dunia, seiring dengan semakin banyaknya jumlah penduduk, peningkatan daya beli dan dinamika iklim global. Upaya membangun ketahanan pangan keluarga, salah satunya dapat dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, diantaranya pemanfaatan lahan pekarangan.

Lahan pekarangan memiliki potensi besar dalam mewujudkan ketahanan pangan berbasis keluarga. Hanya saja pemanfaatannya belum dilakukan secara maksimal. Mayoritas masyarakat masih memanfaatkan lahan pekarangan seadanya saja, padahal apabila dioptimalkan dapat ditanami berbagai jenis tanaman yang bisa memenuhi ketersediaan pangan bagi keluarga. Tidak menutup kemungkinan juga bisa menambah pemasukan bagi kebutuhan sehari-hari Anda.

Banyak yang bisa dilakukan dalam pemanfaatan lahan pekarangan yang tidak begitu luas. Salah satunya adalah dengan hidroponik. Hidroponik adalah sebuah cara budi daya tanaman memakai air ditambah dengan nutrisi. Dengan metode ini bisa untuk mempermudah dan mengendalikan pencahayaan dan hama. Ada beberapa alasan mengapa cara menanam dengan metode hidroponik cukup diminati banyak kalangan.

Selain tidak membutuhkan lahan yang luas, hidroponik juga hemat biaya karena bisa menggunakan media tanam dari barang-barang disekitar dan tanaman kebanyakan bersifat organik karena tidak menggunakan pestisida atau pun herbisida. Salah satu peralatan yang bisa digunakan sebagai media tanam hidroponik adalah pipa paralon. Berikut cara membuat alat hidroponik menggunakan pipa paralon.

Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah:

  • Pipa paralon 5 buah (2,5-3 inci)
  • Keni L 7 buah (ukuran 3 inci)
  • Wadah air kapasitas 40 liter
  • Satu set pompa aquarium
  • Gelas plastik bekas (160 buah)
  • Irisan batang pohon pakis (sebagai salah satu media tanam)
  • Pupuk NPK

Cara membuat:

  • Lubangi pipa paralon sesuai dengan ukuran gelas plastik menggunakan mesin bor. Beri jarak 10 cm per tiap lubang.
  • Pasang pompa aquarium dan pipa paralon secara berurutan dan beraturan.
  • Isi gelas dengan irisan batang pakis hingga 1/3 bagian. Masukkan benih/bibit sayuran lalu tutup kembali menggunakan irisan batang pakis setinggi 1cm.
  • Masukkan gelas plastik di masing-masing lubang paralon lalu tambahkan nutrisi.
  • Masukkan pada wadah penampung lalu nyalakan pompa listrik.

 

Cara perawatan peralatan hidroponik:

Hal yang perlu diperhatikan hidroponik menggunakan pipa paralon adalah air yang terdapat di wadah penampunngan posisinya harus berada di atas pompa listrik. Untuk mengatasi pompa yang mudah panas, sebaiknya dilakukan dikontrol dan dicek minimal satu kali sehari. Beberapa jenis tumbuhan yang dapat ditanam menggunakan metode hidroponik adalah selada, timun, bayam, cabe, tomat, melon, tanaman herbal, mawar, sawi, kangkung, lidah buaya dan beberapa jenis tanaman lainnya. Karena tanaman ini tidak menggunakan tanah, Anda harus meletakkannya di tempat yang tepat agar airnya tidak tumpah ketika tidak sengaja tersenggol. Hasil produksi tanaman hidroponik memang lebih menggoda, terlebih lagi tidak membutuhkan waktu lama untuk panen.

Untuk menghemat biaya pembuatan tanaman hidroponik sebaiknya gunakan barang-barang bekas untuk media tanamnya. Misalnya saja botol air atau toples yang sudah tidak digunakan lagi. Jika harus menyediakan media tanam yang besar, Anda dapat membeli pot yang cukup besar. Selain bisa untuk dikonsumsi skala rumah tangga, jika ditekuni tidak menutup kemungkinan hasil sayuran yang ditanam bisa untuk diperjual belikan dan menambah pemasukan Anda.

sumber: baktinegeriku.com

Pecinta Rasulullah SAW yang sedang menimba ilmu di IAIN Purwokerto Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Prodi Pendidikan Agama Islam. Hobi menulis, bersholawat, dan ingin menjadi manusia yang diberkahi di dunia dan akhirat.