Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.

— Soekarno ~ Presiden RI

Desa Susukan

Selamat Datang di Desa Susukan, Kec. Sumbang, Kab. Banyumas

Pengeksplorasian Wisata di Nusantara yang Belum Dapat Dikembangkan

Di nusantara sebenarnya terdapat banyak sekali wisata yang menarik dan bagus bahkan kalo kita bisa mengembangkannya mungkin negara kita bisa maju dalam bidang pariwisata.

Pengelolan tempat serta kepengurusan yang tersedia belum dapat di kembangkan sehingga tempat wisata tersebut belum bisa maju dan bersaing dengan tempat tempat wisata lainnya.

Dalam hal seperti ini sebaiknya Pemerintah desa serta warga setempat seharusnya mendukung akan wisata wisata setempat agar tempat tesebut dapat menjadi ciri khas dari desa tersebuat atau kecamatan tersebut.

Dengan di bentuknya kepengurusan wisata tersebut sehingga pembangunan atau penambahan fasilitas yang di sediakan dapat di kembangkan dengan maksimal dan terurus. Pembangunan pembangunan yang nantinya akan di bangun sebaiknya di rundingkan terlebih dahulu dengan pengurus pengurus lainnya yang sekiranya nanti dapat lebih menarik dan wisatawan dapat lebih ingin mengetahui atau mengekspor lagi wisata wisata tersebut.

Setelah di tambahnya fasilitas lainnya sebaiknya jangan sampai meninggalkan hal lah yang kecil karena hal hal kecil tersebut dapat menjadi hal hal yang besar, kebersihan juga sebagian dari iman. sebagai contoh pengolahan sampah yang ada di tempat wisata tersebut sebaiknya di kelola dengan baik dan benar jangan sampi ada sampah sekecil apapun yang ada di tempat tersebut. Dengan tiada sampah yang berserakan nantinya pengunjung akan lebih nyaman nantinya.

Hal hal yang sekiranya dapat menarik pengunjung diantaranya adalah dalam segi kebersihan, kerapian, fasilitas fasilitas yang di sediakan harus memadai, serta keramahan pengurus pengurus yang ada di tempat tersebut harus baik.

Agus Subekti, pemuda sederhana dari Desa Susukan, tepatnya dari Dusun Dukuhmanis. Saat ini sedang fokus menganggur sambil belajar menjadi jurnalis desa yang mumpuni