A person who never made a mistake, never tried anything new

— Albert Einstein

Desa Susukan

Selamat Datang di Desa Susukan, Kec. Sumbang, Kab. Banyumas

Templek a la Susukan, Ketika Kearifan Lokal Berpadu dalam Panganan

Templek, adalah salah satu panganan khas yang ada di Desa Susukan, Sumbang. Templek terbuat dari ampas tahu yang dikukus dengan tambahan garam dan bumbu-bumbu tertentu, kemudian digoreng. Uniknya, meski proses pembuatannya memakan cukup banyak waktu dan biaya, templek dijual dengan harga sangat murah. Coba tebak berapa harga templek di Desa Susukan?

warungLima ratus? Salah! Seribu? Salah! Dua ribu? Salah juga. Yang benar, templek yang sudah matang dengan ukuran kira-kira sebesar tutup botol mineral hanya dijual seharga seratus rupiah saja.

Hah? Seratus rupiah? Apa ga rugi?

Iya benar, harganya seratus rupiah saja. Entah bagaimana perhitungan akuntansinya, tapi sepanjang pengamatan kami, inilah salah satu kearifan lokal yang ada di Desa kami. Dimana hidup bukan melulu mengenai materi.

Templek ini dijual oleh salah satu warga Desa Susukan, tepatnya di Grumbul Karangjati. Nama beliau Ibu Samini. Beliau menjual templek, tahu brontak, dan mendoan di sebuah warung kecil berukuran 2,5m x 2,5m. Semua panganan beliau masak menggunakan kayu bakar. Dan warung beliau tepat berada di pertigaan kecil tempat berkumpul warga bila sore menjelang.

Dari warung kecil itulah jika sore menjelang, beliau tak henti-hentinya memasak dan melayani pembeli sambil tak lupa bersenda gurau. Melepaskan beban yang ada di dalam dada. Mungkin hasil yang beliau dapatkan memang tak seberapa, tapi keberadaan beliau dan warung panganan beliau, telah menjadikan Desa Susukan menjadi lebih berwarna.

Webmaster dan ayah dari 3 (tiga) orang anak: ‘Aisyah, Miqdad, dan Junaid. Penyuka sastra, gerimis, dan langit. Saat ini sudah menapaki kehidupan selama 29 tahun. Bekerja sebagai PNS di Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas. Dapat dihubungi melalui facebook di https://www.facebook.com/bayu.ratri